Dapatkan Update Artikel & Promosi Terbaru!

Ideologi Liberalisme: Pengertian, Sejarah, Ciri, Kelebihan dan Kekurangannya

Apa itu Ideologi Liberalisme: Pengertian, Sejarah, Ciri, Kelebihan dan Kekurangannya.Ya! Liberalisme merupakan paham bebas? apakah yang dimaksud bebas.

Mari kita pelajari lebih dalam mengenai Paham Liberal ini. Dan mengapa ologi Liberalisme lebih baik dari pada ideologi kapitalisme? dan bagaimana sejarah ideologi liberalisme yang muncul bersamaan dengan ideologi kapitalisme? Simak berikut ini!

Pengertian Ideologi Liberalisme

Liberalisme berasal dari kata liber, yang artinya bebas. Dapat dikatakan, Liberalisme merupakan usaha perjuangan menuju kebebasan. Ideologi Liberalisme merupakan sebuah paham ketatanegaraan dan ekonomi yang menghendaki demokrasi dan kebebasan pribadi untuk berusaha dan berniaga (pemerintah tidak boleh turut campur).

John Lock pencetus paham Liberal
John Lock pencetus paham Liberal

Liberalisme dilatarbelakangi oleh pemikiran John Lock. Ia beranggapan bahwa hak asasi manusia meliputi hak hidup, kemerdekaan, dan hak milik. Hak-hak tersebut tercakup dalam hak politik. Untuk melindungi hak-hak dengan politik seseorang, dibutuhkan sebuah tatanan negara yang adil dan saling mengawasi.

Liberalisme menitikberatkan hak asasi yang melekat pada diri manusia sejak lahir. Rousseau dalam bukunya “Du contract Social” menyatakan bahwa manusia dilahirkan bebas, Hak dasar ini ditafsirkan tak ada pihak lain yang boleh mengam bilnya termasuk penguasa, kecuali bila ada persetujuan dengan pihak yang bersangkutan.

Sejarah Ideologi Liberalisme

Awal kemunculan paham liberalisme berawal dari peristiwa revolusi Perancis yang terjadi pada abad ke-18 silam. Termasuk saat munculnya faham kapitalisme. Peristiwa tersebut disebabkan oleh kepincangan sistem dan kesenjangan sosial pada masyarakat yang sangat mencolok.

Saat itu di negara Perancis masih terdapat penggolongan terhadap masyarakat, dimana setiap golongan tertentu mendapatkan keistimewaan yang tidak mungkin didapatkan oleh golongan lainnya.

Kenyamanan yang hanya dapat dirasakan oleh mereka dari keluarga kerajaan dan pemuka agama, sedangkan masyarakat lainnya (baik yang kaya dan yang miskin) harus patuh kepada masyarakat dari golongan yang istimewa.

Masyarakat dari golongan tanpa hak menuntut kemerdekaan juga kebebasan mereka. Pada puncaknya, yaitu sekitar tahun 1789, terjadilah revolusi yang kemudian menjadi awal terbentuknya faham dan golongan liberal. Inilah yang menjadikan Ideologi Liberalisme kemudian menyebar luas ke berbagai negara lainnya. Terutama di Eropa yang kemudian diterima dan mendapat dukungan.

Terhadap kaum bangsawan, paham ini menuntut kemerdekaan individu dalam bentuk kemerdekaan politik dan kemerdekaan ekonomi. Ideologi Liberalisme juga menuntut adanya kemerdekaan agama. Bagaimana liberalisme dapat muncul?

Kelahiran Ideologi Liberalisme

Sebenarnya liberalisme lahir darl paham individualisme. Paham ini menempatkan kepentingan individu sebagai pusat tujuan hidup manusia. Dengan kata lain, hanya manusia itu yang tahu kebutuhannya. Di bidang politik, liberalisme menimbulkan tamplnya paham demokrasi dan nasionalisme.

Paham demokrasi menjelaskan bahwa masyarakat terbentuk dari individu-individu. Setiap Individu memiliki kewenangan untuk menentukan segala-galanya bagi negara. Dengan demikian, negara merupakan sarana untuk mencapai tujuan.

Nasionalisme dan Liberalisme

Nasionalisme pun juga mengutamakan kemerdekaan individu. Nasionalisme menjelaskan bahwa negara terdiri atas individu-individu. Oleh karena itu, setiap negara harus merdeka, bebas dari penindasan negara lain atau pihak mana pun. Dengan kata lain, negara berhak menentukan nasibnya sendiri.

Liberalisme beranggapan bahwa manusia yang bersangkutanlah yang paling tahu akan kebutuhannya. Oleh karena itu manusia harus mendapatkan kebebasan sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhannya masing-masing. Liberalisme mengakul adanya produksi bebas, perdagangan bebas, dan hukum kodrat yang akan menyelenggarakan keselarasan dunia.

Bagi liberalisme, kesejahteraan sosial merupakan tanggung jawab masyarakat. Permasalahan yang ada diselesaikan melalui musyawarah dan pengakuan persamaan manusia. Kaum liberalis menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Dengan begitu, hak asasi sangat dilindungi. Liberalisme juga mengutamakan kemerdekaan jiwa setiap individu. Setiap warga negara memiliki hak dasar dalam menentukan agama dan keyakinannya. Setiap individu memiliki kesempatan menyampaikan pendapatnya.

Alasan Liberalisme lebih baik dari yang lainnya

Hak dasar yang dimiliki dan melekat pada manusia adalah hak hidup dan hak mempertahankan diri. Selanjutnya, hak mempertahankan diri ini berkembang menjadi hak milik Bentuk pemerintahan demokrasi yang lahir dari liberalisme dianggap lebih baik dibandingkan bentuk pemerintahan lainnya Adapun alasannya sebagai berikut:

  1. Anggota masyarakat memiliki kebebasan intelektual penuh. Dalam hal ini, termasuk di dalamnya kebebasan berbicara, beragama, dan mengutarakan pendapat.
  2. Masyarakat dianggap bahagia bila setiap individu atau sebagian besar individu mencapai kebahagiaan
  3. Setiap orang tidak memiliki hak untuk menguasai orang lain. Bila ini terjadi, dianggap sebagai hak yang buruk. Untuk itu dibutuhkan campur tangan pemerintah sebagai penengah mencegah pelanggaran terhadap hak-hak pribadi.
  4. Pemerintah berkedudukan untuk mengatur kehidupan masyarakat secara terbatas.

Ciri-ciri paham Liberal

Berdasarkan uraian tersebut, ciri-ciri llberalisme dapat disimpulkan sebagai berikut:

  • Bertujuan membebaskan individu untuk mengejar keuntungan pribadi.
  • Bersifat individualistis. Artinya, mengutamakan kepentingan masing-masing individu.
  • Kewenangan pemerintah bersifat terbatas. Pemerintah tidak memiliki kewenangan untuk mencampuri urusan individu. 
  • Terjaminnya hak milik pribadi atas alat-alat produksi.
  • Dalam hal perekonomian, negara menciptakan persaingan bebas.

Kelebihan dan Kekurangan paham Liberalisme

Di dalam setiap ideologi pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Demikian pula, sama halnya dengan paham liberal ini. Mengacu pada pengertian liberalisme, adapun kelebihan dan kekurangan dari paham ini adalah sebagai berikut:

Kelebihan Paham Liberalisme

  • Adanya keinginan serta inisiatif dari masyarakat untuk berkembang menjadi yang lebih baik.
  • Setiap orang mendapat hak dan kebebasan yang sama di dalam hal bermasyarakat.
  • Terjadi persaingan positif di dalam masyarakat, sehingga semua orang ingin menghasilkan produk yang bermutu tinggi.
  • Kebebasan individu yang dalam memilih partai politik tanpa intervensi dari pihak lain.
  • Pers memiliki hak juga kebebasan dalam memberikan kritik tajam terhadap pemerintah tentunya dengan batasan dan etika pers yang berlaku.
  • Munculnya motif untuk mencari keuntungan di masyarakat sehingga aktivitas ekonomi menjadi lebih efektif & efisien.

Kekurangan Paham Liberalisme

  • Pihak-pihak yang memiliki sumber daya cenderung melakukan eksploitasi pada para pekerja sehingga menimbulkan kesenjangan sosial di masyarakat.
  • Terjadinya monopoli terhadap masyarakat yang golongan kecil atau miskin.
  • Kebebasan pers seringkali dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mencapai keuntungan pribadi.
  • Timbulnya persaingan bebas sehingga pemerataan pendapan di masyarakat akan sangat sulit sekali dicapai.
  • Munculnya kelompok-kelompok masyarakat yang menganggap dirinyadiri mereka lebih tinggi derajatnya dari masyarakat yang lain, atau sebaliknya.

Itulah pembahasan mengenai Ideologi Liberal yang mana ideologi ini kehadirannya berbarengan dengan ideologi kapitalisme, sehingga tidak heran dalam beberapa artikel menyatukan pembelajaran ini.

You May Also Like

About the Author: Muhammad Haulul Azkiyaa

Blogger yang sehari-harinya hanya belajar dan main gadget.

2 Comments

  1. Saat ini banyak paham liberal, termasuk islam sendiri yang digabungkan dgn paham ini, terima kasih gan dengan begini membuka wawasan mereka tentang liberalisme… smangat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *