Dapatkan Update Artikel & Promosi Terbaru!

Ideologi Konservatisme: Pengertian, Sejarah, dan Ciri-cirinya

Kali ini artikel mengenai Ideologi Konservatisme dari mulai Pengertian , Sejarah, dan Ciri-cirinya , apa itu Konservatisme, bagaimana sejarah kemunculannya, hingga apa sajakah ciri-ciri yang terdapat dalam penganut ideologi konservatisme. Materi tersebut dirangkum berikut ini.

Pengertian Ideologi Konservatisme

Konservatisme adalah merupakan suatu paham yang mendukung nilai-nilai tradisional. Istilah ini berasal dari kata dalam bahasa Latin conservare. Artinya melestarikan, menjaga, memelihara, mengamalkan.

Koservatif adalah suatu usaha untuk melestarikan apa yang ada, agar terpelihara keadaan pada suatu saat tertentu (status quo), dengan sedikit sekali perubahan di masa yang akan datang. Beberapa ahli mendefinisikan konservatisme sebagai berikut.

  1. Menurut Samuel Francis Konservatisme adalah bertahannya dan penguatan orang- orang tertentu dan ungkapan-ungkapan kebudayaannya yang dilembagakan.
  2. Roger Scuton, Konservatisme adalah pelestarian ekologi sosial, atau politik penundaan.

Sejarah Ideologi Konservatisme

Bagaimana awal mula kemunculan konservatisme? Sebenarnya ideologi konservatisme timbul sebagai reaksi atas keberadaan paham liberalisme. Bagaimana pun juga, liberalisme telah berusaha meruntuhkan keberadaan masyarakat feodal (kaum bangsawan, pemilik tanah) yang mapan. Untuk mempertahankan diri, kaum feodal membuat ideologi tandingan.

Konservatisme memandang liberalisme sebagai paham yang terlalu individualistis. Liberalisme memandang masyarakat terdiri atas individu atau golongan individu.

Hal ini bertolak belakang dengan cara pandang konservatisme, yang menganggap masyarakat dan kelompok yang lain tidak sekedar penjumlahan unsur-unsur kebahagiaan yang lebih besar dari pada yang dapat diciptakan anggota masyarakat secara individual.

Edmund Burke ahli filsafat, sekaligus seorang konservatis, dan politisi dari inggris
Edmund Burke ahli filsafat, sekaligus seorang konservatis, dan politisi dari inggris

Konservatisme sangat menjunjung tinggi demokrasi. Edmund Burke (1729-1797) adalah ahli filsafat, sekaligus seorang konservatis (penganut paham konservatisme) dan politisi (ahli politik) dari Inggris.

Pada tahun 1755, Majelis Rendah (House of Commons) mengingatkan bahwa Inggris Raya berhak memaksakan kehendaknya pada Amerika sebagai negara jajahannya.

Mengenai pernyataan ini Edmund Burke bersimpati terhadap Revolusi Amerika. Bahkan ia men desak parlemen untuk mencabut semua undang-undang yang teiah diberlakukan sejak tahun 1763, yang ditentang penduduk Koloni di Amerika. Ia juga mengimbau pada pertimbangan pikiran sehat untuk membuat rakyat di Amerika bahagia.

Ciri-ciri Ideologi Konservatisme

Secara garis besar, konservatisme memiliki ciri pandangan- pandangan sebagai berikut:

  1. Masyarakat yang ideal adalah masyarakat yang tertata baik.
  2. Agar dapat tercipta masyarakat yang ideal, dibutuhkan pemerintahan yang memiliki kekuasaan yang mengikat. Peraturan kekuasaan yang tepat akan menjamin terwujudnya perlakuan yang sama terhadap setiap individu. 
  3. Penguasa harus bertanggung jawab terhadap masyarakat, terutama dalam membantu pihak-pihak yang lemah. Program jaminan sosial bagi yang berpenghasilan rendah, akar membantu terciptanya kesejahteraan suatu negara

Ciri lainnya yang membedakan kedua ideologi ini, menyangkut hubungan ekonomi dengan negara lain. Paham konservatif juga tidak menghendaki pengaturan ekonomi (proteksi), melainkan menganut paham ekonomi internasional yang bebas (persaingan bebas).

Sedangkan paham liberal cenderung mendukung pengaturan ekonomi internasional sepanjang hal itu membantu buruh, konsumen, dan golongan menengah dosmetik.

You May Also Like

About the Author: Muhammad Haulul Azkiyaa

Blogger yang sehari-harinya hanya belajar dan main gadget.

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *